Kembali ke Warta Berita

BerAKHLAK

Berorientasi Pelayanan Akuntabel Kompoten Harmonis Loyal Adaptif Kolaboratif

HALUT SETARA, MAJU DAN
BERKELANJUTAN

Agenda hari ini

Kamis, 29 Oktober 2026

North Moluccas Investment Businees Forum 2026
  • Hotel Bela Ternate
  • 08:30 WIT
  • Bupati
  • 1. Kadis PTSP 2. Kabag Tapem
Detail Publikasi

Penulis: Admin Diskominfo

Tgl Post: 29 Oct 2026

Deskripsi Lengkap
BUPATI HALMAHERA UTARA JADI PEMBICARA MEWAKILI BUPATI DAN WALI KOTA SE-MALUKU UTARA DALAM FORUM INVESTASI 2026

Ternate, 29 Oktober 2026 — Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., menjadi pembicara yang mewakili para bupati dan wali kota se-Provinsi Maluku Utara dalam kegiatan North Moluccas Investment Business Forum (NMIBF) 2026, yang berlangsung di Hotel Bella Ternate, Kamis (29/10/2026).
Forum investasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan calon investor dalam mendorong peningkatan investasi serta mengembangkan potensi ekonomi daerah. Kegiatan Tersebut di buka oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe.
Kehadiran Bupati Halmahera Utara sebagai pembicara mewakili pemerintah kabupaten dan kota se-Maluku Utara menjadi kesempatan untuk menyampaikan perspektif pemerintah daerah mengenai peluang investasi, pengembangan komoditas unggulan, serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah.
Dalam forum tersebut, Kabupaten Halmahera Utara memiliki sejumlah potensi investasi unggulan yang dapat dikembangkan, khususnya pada sektor hilirisasi kelapa, pala, perikanan, pariwisata, serta pengembangan industri pengolahan berbasis sumber daya local juga potensi pertambangan Rakyat dan Rencana pengembangan Kawasan TOMOMA ( Tobelo, Morotai dan Maba).
Salah satu arah strategis pembangunan ekonomi Halmahera Utara adalah mendorong hilirisasi komoditas unggulan, terutama kelapa dan pala. Melalui pengembangan industri pengolahan, komoditas daerah diharapkan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah yang mampu memperluas akses pasar, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kebijakan hilirisasi kelapa di Kabupaten Halmahera Utara juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem investasi yang menghubungkan petani, pelaku usaha, industri pengolahan, sistem logistik, dan pasar ekspor.
Pemerintah daerah memandang bahwa investasi tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari manfaat nyata yang dihasilkan bagi masyarakat, termasuk penciptaan kesempatan kerja, penguatan usaha lokal, peningkatan daya saing produk, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

Membangun Kolaborasi Pemerintah dan Kemudahan Berusaha bagi Investor
Melalui partisipasi dalam NMIBF 2026, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara terus mendorong penguatan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, pemerintah kabupaten/kota, serta para pelaku usaha dan investor.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat iklim investasi, mengidentifikasi peluang kerja sama konkret, serta mendorong percepatan pengembangan sektor-sektor produktif di Maluku Utara.
Bagi Halmahera Utara, forum ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperluas jejaring investasi yang berorientasi pada hilirisasi, industrialisasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan ekonomi yang produktif dan inklusif melalui pengembangan potensi unggulan daerah, sejalan dengan visi Halmahera Utara SETARA: Sehat, Terdidik, Aman, Berbudaya, dan Sejahtera.
Hadir dalam Kegiatan tersebut, Kepala Dinas PTSP Kab Halmahera Utara, Oscar Bertho Mene, S. STP, M. AP Kabag Pemerintahan